Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Manado (UNIMA) merupakan salah satu fakultas yang memiliki peran penting dalam pengembangan pendidikan bahasa, sastra, dan seni di kawasan Sulawesi Utara dan Indonesia Timur. Fakultas ini berakar dari lembaga pendidikan guru yang menjadi cikal bakal berdirinya Unima.
Pada awalnya, institusi ini berdiri sebagai Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) Manado pada tahun 1955, yang kemudian berkembang menjadi FKIP Unsrat cabang Manado. Seiring dengan perubahan kebijakan nasional dalam bidang pendidikan, lembaga ini berubah menjadi IKIP Manado pada tahun 1965. Dalam struktur IKIP Manado, program-program studi bahasa dan seni berada di bawah jurusan yang fokus pada pendidikan bahasa dan kesenian.
Pada tahun 2000, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia, IKIP Manado bertransformasi menjadi Universitas Negeri Manado (UNIMA). Sejak saat itu, jurusan-jurusan bahasa dan seni berkembang menjadi fakultas tersendiri, yaitu Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), dengan mandat yang lebih luas tidak hanya pada pendidikan tenaga pendidik, tetapi juga pengembangan ilmu bahasa, sastra, seni, dan budaya.
FBS UNIMA terus mengalami perkembangan baik dalam bidang akademik maupun kelembagaan. Fakultas ini menaungi berbagai program studi seperti Pendidikan Bahasa Indonesia, Bahasa dan Sastra Inggris, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Jerman, Pendidikan Bahasa Jepang, Pendidikan Seni Drama, Tari, Musik, Pendidikan Seni Rupa, serta program studi lain yang relevan dengan pengembangan bahasa dan seni. FBS juga aktif dalam penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pelestarian budaya lokal Sulawesi Utara.
Hingga saat ini, Fakultas Bahasa dan Seni UNIMA berkomitmen menjadi pusat unggulan dalam pengembangan bahasa, seni, dan budaya yang berorientasi pada kearifan lokal, nasional, dan global, serta menghasilkan lulusan yang profesional, kreatif, dan berdaya saing.