15 June 2026 | Admin Fakultas
Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Manado (Unima) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat berkelanjutan melalui pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan pada 15 Juni 2026 di Desa Paputungan, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal pencanangan Desa Paputungan sebagai Desa Binaan FBS UNIMA berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) dengan fokus pada SDG 5: Kesetaraan Gender melalui pemberdayaan perempuan dan penguatan kapasitas masyarakat desa.
Kegiatan pengabdian ini dihadiri oleh ibu-ibu Desa Paputungan, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, serta tim dosen dan mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni UNIMA. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menunjukkan semangat kolaborasi dalam mewujudkan pembangunan desa yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan.
Desa Paputungan dipilih sebagai desa binaan karena memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Desa ini dikenal melalui pengembangan Desa Wisata Paputungan yang menjadi salah satu daya tarik wisata di Kecamatan Likupang Barat. Posisi strategis desa yang berada di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang membuka peluang besar bagi masyarakat untuk terlibat dalam perkembangan sektor pariwisata yang terus bertumbuh.
Pesatnya pembangunan kawasan wisata, termasuk masuknya investasi besar seperti pembangunan hotel berbintang lima, memberikan peluang ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat. Namun di sisi lain, kondisi tersebut menuntut kesiapan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan, wawasan, dan daya saing yang memadai. Oleh karena itu, FBS UNIMA menghadirkan program pengabdian yang berorientasi pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan.
Program ini menggunakan pendekatan Assets-Based Community Development (ABCD), yaitu pendekatan yang berfokus pada pengembangan aset dan potensi lokal yang telah dimiliki masyarakat. Melalui pendekatan ini, masyarakat didorong untuk mengenali kekuatan yang dimiliki desa sebagai modal utama dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi.
Salah satu fokus utama kegiatan adalah pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari implementasi SDG 5. Dalam kegiatan ini, para peserta memperoleh pelatihan dan pendampingan mengenai penguatan ekonomi kreatif keluarga melalui pembuatan sarapan sehat dan bekal bergizi bagi anak-anak sekolah. Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi keluarga, tetapi juga membuka peluang usaha rumahan yang dapat menambah pendapatan keluarga.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai bahasa asing praktis, khususnya ungkapan-ungkapan sederhana yang dapat digunakan dalam interaksi dengan wisatawan. Materi ini diberikan sebagai upaya mempersiapkan masyarakat menghadapi perkembangan industri pariwisata di kawasan Likupang yang semakin berkembang sebagai destinasi wisata unggulan nasional.
Ketua tim PKM menjelaskan bahwa program Desa Binaan ini tidak hanya berfokus pada kegiatan jangka pendek, tetapi dirancang sebagai model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Melalui kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat desa, diharapkan akan lahir berbagai inovasi dan produk kreatif berbasis budaya lokal yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat identitas desa wisata.
Kegiatan ini juga mendukung berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan lainnya, seperti peningkatan kualitas pendidikan masyarakat, penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan desa, pemberdayaan perempuan, inovasi sosial, serta upaya pengentasan kemiskinan melalui pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
Melalui program Desa Binaan ini, FBS UNIMA berharap dapat menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat Desa Paputungan dan menjadi model pengabdian berbasis SDGs yang dapat direplikasi di desa-desa lain di Sulawesi Utara. Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, sinergi antara kampus dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan desa yang lebih mandiri, berdaya saing, dan siap menghadapi peluang pembangunan pariwisata berkelanjutan di masa depan.
VIDEO:
https://vt.tiktok.com/ZSCdfuafF/