20 June 2026 | Admin Fakultas
Dalam rangka mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan (No Poverty), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Manado (UNIMA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang menyasar anak-anak di Desa Paputungan, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Desa Binaan FBS UNIMA yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan anak sebagai investasi jangka panjang dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Kegiatan yang dilaksanakan bersama masyarakat dan pemerintah desa tersebut
menghadirkan berbagai program edukatif dan sosial yang dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Salah satu kegiatan utama adalah pemberian makanan bergizi gratis kepada anak-anak sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan generasi muda. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini melalui pemenuhan kebutuhan nutrisi yang baik.
Selain pemberian makanan bergizi, tim dosen dan mahasiswa FBS UNIMA juga menyelenggarakan berbagai kegiatan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Anak- anak mendapatkan edukasi dasar mengenai pentingnya pola hidup sehat, literasi, pengenalan bahasa asing praktis, permainan edukatif, pembentukan karakter, serta berbagai aktivitas kreatif yang bertujuan meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, dan motivasi belajar.
Suasana kegiatan berlangsung penuh keceriaan dan antusiasme. Anak-anak tampak aktif mengikuti berbagai permainan dan aktivitas edukatif yang dirancang dengan pendekatan belajar sambil bermain. Melalui metode tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Ketua tim pengabdian sekaligus Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum FBS, Amelia G. Sompotan, M.Hum. menjelaskan bahwa kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesempatan pengembangan diri. Oleh karena itu, upaya pengentasan kemiskinan perlu dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan kebutuhan dasar anak sebagai generasi penerus bangsa. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan kontribusi nyata dalam mendukung SDGs, khususnya tujuan mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuknya. Pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan gizi anak merupakan fondasi penting untuk menciptakan generasi yang produktif dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga di masa depan,” ujar tim pelaksana kegiatan.
Program ini juga menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Desa Paputungan.
Melalui kegiatan pengabdian ini, FBS UNIMA berharap dapat memberikan dampak positif
yang berkelanjutan bagi masyarakat desa, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung agenda pembangunan nasional dan global melalui implementasi Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan pendidikan yang lebih baik, pemenuhan gizi yang memadai, serta dukungan lingkungan yang positif, anak-anak Desa Paputungan diharapkan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meraih masa depan yang lebih sejahtera dan
terbebas dari lingkaran kemiskinan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen FBS Unima dalam mengembangkan Desa Paputungan sebagai Desa Binaan berbasis SDGs yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pembangunan yang inklusif serta berkelanjutan.